Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh... ,Rohis SMKN 1 Purbalingga blog - Semoga bermanfaat!Aamiin...|Rohis-Smega| Alhamdulillah,Luar Biasa,Allahu'akbar,Yes ! :D -

SELAMAT DATANG DI ROHIS OF SMEGA

Semoga ada yang dapat dipetik dari bacaan dari blog yang sederhana ini.Amin...


Takbir? Allahu'akbar

Belajar Membaca dan Mempelajari Al Qur'an,Yuk...!

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Siapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Alquran ), ia akan mendapatkan satu kebaikan yang nilainya sama dengan 10 kali ganjaran (pahala).(HR Tirmidzi)


Oleh karena itu kamipun berusaha supaya Al Qur'an dapat dibaca dan dipelajari kapanpun dan dimanapun(selain waktu dan tempat yang dilarang)

The foundation of Islam

about Aqidah,Manhaj,Al-Qur'an,Hadits,Ahlaq,Tafsir

Ilmu Fiqih dan Muamalah

Tentang fiqih,Do'a dan Zikir,Ramadhan

Islam Inside

All about Islam (Artikel,Sejarah,Kisah,Penyejuk Hati,Nasehat,Motivasi,Software Islami,dll.)

Rohis Smega

Kegiatan serta rutinitas Rohani Islam SMK N 1 Purbalingga

Friday, April 27, 2012

Download Kumpulan Doa Dalam Alquran & Hadits (E-Book)

Assalamu'alaikum . . .

Keterangan tentang Buku :
- - - - - - - - - - - - - - - - -- - - - - - - - - - - - - -


DOWNLOAD  : 
2.




Semoga bermanfaat :)

Wassalamu'alaikum..

Wednesday, April 25, 2012

Download Wallpaper Rohis Of Smega [Free]

Assalamu'alaikum,
Berikut Preview Wallpapernya :
Berikut cara mendownloadnya
1. Klik langsung gambar di atas atau klik disini
2. Klik kanan pada mouse kemudian pilih save image as


Selain itu dapat juga download melalui Mediafire,silahkan. . .



Semoga Bermanfaat .:D
Wassalamu'alaikum . . .

Download Surah Ar-Rahman - Ustadz Yusuf Mansur

Assalamu'alaikum. . .
Sebelum kita langsung mendonlod,kita ketahui apa saja sih..keutamaan surah Ar-Rohman..
Mari simak! :D


Keutamaan Surah Ar-Rohman

1. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).
2. Imam Ja’far Ash-shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat ‘Fabiayyi âlâi Rabbikumâ tukadzdzibân’, ia mengucapkan: Lâ bisyay-in min âlâika Rabbî akdzibu (tidak ada satu pun nikmat-Mu, duhai Tuhanku, yang aku dustakan), jika saat membacanya itu pada malam hari kemudian ia mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid; jika membacanya di siang hari kemudian mati, maka matinya seperti matinya orang yang syahid.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Jangan tinggalkan membaca surat Ar-Rahman, bangunlah malam bersamanya, surat ini tidak menentramkan hati orang-orang munafik, kamu akan menjumpai Tuhannya bersamanya pada hari kiamat, wujudnya seperti wujud manusia yang paling indah, dan baunya paling harum. Pada hari kiamat tidak ada seorangpun yang berdiri di hadapan Allah yang lebih dekat dengan-Nya daripadanya. Pada saat itu Allah berfirman padanya: Siapakah orang yang sering bangun malam bersamamu saat di dunia dan tekun membacamu. Ia menjawab: Ya Rabbi, fulan bin fulan, lalu wajah mereka menjadi putih, dan ia berkata kepada mereka: Berilah syafaat orang-orang yang mencintai kalian, kemudian mereka memberi syafaat sampai yang terakhir dan tidak ada seorang pun yang tertinggal dari orang-orang yang berhak menerima syafaat mereka. Lalu ia berkata kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sebagaimana yang kalian inginkan.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
Sudah,,,? keterangan tersebut bersumber dari :
dan yang ingin tahu bacaan dan terjemaahan Surah Ar-Rohman langsung buka Al-Qur'an nya dan atau bisa juga di:

[TERJEMAHAN] Surat : AR-RAHMAN


dan ini dia download Surah Ar-Rohmannya yang dibacaakan oleh ustadz Yusuf Mansur
silahkan :


Semoga Bermanfaat! :)
Wassalamu'alaaikum.  ..


@Dwi_K_A

Wednesday, April 11, 2012

Nikmatnya Mereguk Air Telaga Rasul


Prolog
Kejadian alam akhirat merupakan rentetan dari sekian peristiwa besar. Dimulai dari ditiupnya sangkakala pertama untuk membinasakan seluruh makhluk, dan diakhiri antara lain dengan disembelihnya kematian di suatu tempat antara surga dan neraka.
Imam al-Qurthuby menjelaskan, setelah para manusia dibangkitkan dari alam kubur, sebelum penghitungan amalan, dalam keadaan rasa dahaga yang luar biasa, mereka digiring ke arah telaga yang dimiliki oleh para nabi 1. Namun ternyata sesampainya di sana tidak semua orang diberi karunia untuk minum air telaga tersebut. Siapakah gerangan mereka yang beruntung mereguk segarnya air telaga para nabi, dan siapa pulakah yang bernasib malang terkungkung dalam kehausan luar biasa akibat terusir dari telaga-telaga tersebut? Bagaimana pulakah sifat telaga Nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam yang dikatakan sebagai telaga terbesar di antara telaga-telaga para nabi lainnya?

Telaga di akhirat itu ada
Keyakinan akan adanya telaga di hari kiamat merupakan suatu akidah yang dilandasi hadits sahih bahkan mutawatir dan ijma’ para ulama. Imam as-Suyuthy menyebutkan bahwa hadits yang menceritakan adanya telaga di hari kiamat, telah diriwayatkan oleh lebih dari lima puluh sahabat Nabi shallallahu’alaihiwasallam. 2
Telaga yang ada di padang mahsyar kelak jumlahnya bukanlah hanya satu saja, namun jumlahnya banyak sekali sebanyak para nabi yang Allah utus ke muka bumi. Rasulullahshallallahu’alaihiwasallam bersabda,
“إِنَّ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوْضًا، وَإِنَّهُمْ يَتَبَاهَوْنَ أَيُّهُمْ أَكْثَرُ وَارِدَةً، وَإِنِّي أَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ وَارِدَةً”.

“Sesungguhnya setiap nabi memiliki telaga. Dan mereka saling membanggakan siapakah yang telaganya paling banyak dikunjungi. Aku berharap telagakulah yang paling banyak pengunjungnya”. 
HR. Tirmidzi dan dinyatakan sahih oleh al-Albany.

Telaga nabi kita Muhammad shallallahu’alaihiwasallam
Telaga Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bermata air dari sebuah sungai di surga yang bernama sungai al-Kautsar. 3 Darinyalah gemercik air surga mengaliri telaga tersebut, melewati dua pancuran istimewa, yang pertama terbuat dari emas dan yang lainnya dari perak.
Beliau shallallahu’alaihiwasallam bercerita,
“يَغُتُّ فِيهِ مِيزَابَانِ يَمُدَّانِهِ مِنْ الْجَنَّةِ؛ أَحَدُهُمَا مِنْ ذَهَبٍ، وَالْآخَرُ مِنْ وَرِقٍ”.

“Air mengalir dengan deras ke dalamnya melalui dua pancuran dari surga. Salah satunya terbuat dari emas dan yang kedua dari perak”. 
HR. Muslim dari Tsauban.
Telaga Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam berbentuk bujur sangkar dan amat sangat besar luasnya. Beliau shallallahu’alaihiwasallam menggambarkan,
“حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ, وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌ”.

“Telagaku sepanjang perjalanan satu bulan. Ukuran seluruh sisinya sama”. 
HR. Muslim dari Abdullah bin ‘Amr.
Karena telaga Rasul shallallahu’alaihiwasallam paling banyak pengunjung yang akan mereguk airnya, maka gelas-gelas yang tersedia di sana pun amatlah banyak. Beliaushallallahu’alaihiwasallam menjelaskan,
“أَكْوَابُهُ مِثْلُ نُجُومِ السَّمَاء”.

“Gelas-gelas telagaku sebanyak bintang-bintang di langit”. 
HR. Ahmad dari Ibnu Umar dansanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim.
Siapakah yang akan melayani kita tatkala minum dari telaga tersebut? Yang melayani kita bukanlah sembarang orang, namun ia adalah orang paling mulia di muka bumi ini! Ya, dialah kekasih kita Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Beliau bersabda,
“أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ”.

“Aku akan mendahului kalian ke telaga dan melayani kalian”.
 HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud.
Adapun mengenai sifat air yang ada dalam telaga tersebut, maka jauh lebih menakjubkan dari segala keterangan di atas. Bagaimana tidak, sedangkan air telaga Nabi kitashallallahu’alaihiwasallam lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih dingin dari es dan lebih harum dibanding minyak misik. Barangsiapa meminum satu teguk darinya; maka ia tidak akan pernah merasa haus selamanya!
Adakah di muka bumi ini air yang memadukan keistimewaan-keistimewaan tersebut di atas? Susu yang kita minum bisa saja berwarna putih, namun ia berbau amis. Madu yang kita konsumsi memang manis, namun warnanya kurang menarik. Air es memang menyegarkan, namun ia tidak beraroma wangi. Dan adakah air di dunia ini, seajaib apapun, yang jika diminum seteguk, kita tidak akan merasakan dahaga selamanya??
Air telaga rasul shallallahu’alaihiwasallam menggabungkan antara warna, rasa, kesegaran dan aroma yang luar biasa!
Beliau shallallahu’alaihiwasallam menggambarkan sifat air telaganya,
“مَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنْ اللَّبَنِ، وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنْ الْمِسْكِ … مَنْ شَرِبَ مِنْهَا فَلَا يَظْمَأُ أَبَدًا”.

“Airnya lebih putih dari susu, aromanya lebih harum dibandingkan minyak misik … Barang siapa minum darinya; niscaya ia tidak akan pernah merasa dahaga selamanya!”. 
HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin ‘Amr.
Beliau juga menambahkan,
“أَبْرَدُ مِنْ الثَّلْجِ، وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَل”.

“(Airnya) lebih dingin dari es dan lebih manis dari madu”. 
HR. Ahmad dan sanadnya dinilai hasanoleh al-Mundziry. 4
Begitulah sekelumit tentang telaga Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam di padang mahsyar… Alangkah bahagianya orang-orang yang diperkenankan untuk mencicipi air telaga tersebut, semoga kita termasuk golongan beruntung itu. Dan alangkah sedihnya orang yang terhalang untuk menikmatinya, semoga kita dihindarkan dari golongan yang amat malang itu…
Orang yang terhalang dari telaga Rasul shallallahu’alaihiwasallam
Ya, ada di antara umat manusia yang tidak diberi kesempatan untuk mereguk telaga Rasulshallallahu’alaihiwasallam, padahal saat itu mereka berada dalam kondisi amat dahaga! Siapakah mereka yang bernasib begitu naas?
Mereka adalah orang-orang kafir, kaum munafikin, orang-orang Islam yang murtad dan juga para pelaku bid’ah! 5
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,
“لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي، ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ … فَأَقُولُ: إِنَّهُمْ مِنِّي!. فَيُقَالُ: إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ! فَأَقُولُ: “سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ غَيَّرَ بَعْدِي”.

“Akan datang ke (telaga)ku orang-orang yang kukenal dan mereka mengenaliku, namun kemudian mereka terhalang dariku”.
Akupun berkata, “Mereka adalah bagian dariku!”.
Dijawab, “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan setelah engkau (meninggal dunia)”.
Aku berkata, “Menjauhlah orang-orang yang mengubah-ubah (agamaku) sesudahku!”. HR. Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’d.
Setelah menukil berbagai pendapat para ulama mengenai siapakah yang dimaksud dengan orang yang terhalang untuk minum dari telaga Rasul shallallahu’alaihiwasallam, Imam an-Nawawy menutup keterangannya dengan menukil perkataan Imam Ibn Abdil Bar, “Setiap orang yang mengada-adakan hal baru dalam agama, mereka termasuk golongan yang terusir dari telaga. Semisal orang-orang Khawarij, Syi’ah dan segenap ahlul bid’ah. Begitu pula orang-orang zalim yang melampaui batas dalam ketidakadilan dan mengaburkan kebenaran, serta para pelaku dosa besar yang terang-terangan melakukannya di hadapan umum. Mereka semua dikhawatirkan termasuk orang-orang yang dimaksud hadits ini. Wallahu a’lam. 6

Pelajaran berharga

Pemaparan singkat di atas memberikan pada kita berbagai pelajaran penting nan berharga. Di antaranya: betapa bahayanya beribadah dengan sesuatu yang tidak diajarkan oleh Rasulullahshallallahu’alaihiwasallam.
Karena itulah, seorang muslim dituntut untuk bersikap cerdas dalam menerima segala sesuatu, apalagi yang berkenaan dengan masalah agama. Beribadah kepada Allah bukanlah dengan cara mengikuti tradisi yang umum di masyarakat atau dengan mempertahankan warisan nenek moyang. Namun seharusnya beribadah itu sesuai dengan aturan yang diajarkan panutan kita, nabi besar Muhammad shallallahu’alaihiwasallam.
Bersikap kritislah tatkala disodori suatu amalan! Tanyakanlah dalil yang melandasinya dari al-Qur’an maupun hadits Rasul shallallahu’alaihiwasallam. Kalaupun dikatakan amalan tersebut ada haditsnya, pastikan bahwa hadits tersebut adalah sahih atau minimal hasan, bukan hadits yang lemah, apalagi palsu.
Kita hidup di dunia hanya sekali, jangan sampai di kesempatan yang tak terulang ini, kita melakukan amalan-amalan yang tidak jelas landasannya atau bahkan sama sekali tidak ada landasannya. Sehingga justru malah amalan tersebut ditolak alias tidak diterima oleh Allah ta’ala.Sebagaimana ditegaskan Nabi kita shallallahu’alaihiwasallam dalam sabdanya,
“مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ”.

“Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak sesuai dengan petunjukku, maka amalan itu akan ditolak”
. HR. Muslim dari Aisyah.
Semoga kita tidak termasuk golongan tersebut, amien ya Rabbal ‘alamin…
@ Pesantren “Tunas Ilmu” Kedungwuluh Purbalingga, 17 Ramadhan 1431 / 27 Agustus 2010
Daftar Pustaka:
  • Al-Qur’an dan Terjemahannya.
  • Al-Buhûr az-Zâkhirah fî ‘Ulûm al-Âkhirah karya as-Saffârîny.
  • At-Targhib wa at-Tarhib, karya al-Mundziry.
  • Fath al-Bary Syarh Shahih al-Bukhari, karya Ibn Hajar al-’Asqalany.
  • Kitab at-Tadzkirah bi Ahwal al-Mauta wa Umur al-Akhirah, karya Abu Abdillah al-Qurthuby.
  • Musnad Ahmad.
  • Shahih Bukhari.
  • Shahih Muslim.
  • Sunan at-Tirmidzy.
  • Syarh Shahih Muslim, karya an-Nawawy.
  • Dan lain-lain.

Footnote:
  1. Lihat: Kitâb at-Tadzkirah bi Ahwâl al-Mautâ wa Umûr al-Âkhirah (II/703).
  2. Lihat: Al-Buhûr az-Zâkhirah fî ‘Ulûm al-Âkhirah karya as-Saffârîny (I/747).
  3. Lihat: Kitâb at-Tadzkirah (II/704).
  4. Lihat: At-Targhîb wa at-Tarhîb (III/1310 no. 5194).
  5. Cermati: Kitâb at-Tadzkirah (II/710-711), Syarh Shahih Muslim karya Imam an-Nawawy (III/130) dan Fath al-Bâry karya al-Hafizh Ibn Hajar al-’Asqalâny (XI/468-469).
  6. Syarh Shahih Muslim (III/130).
SUMBER : TUNASILMU.COM

Iqro !

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More